Hearing Tim Peneliti BIGS ke Disdikpora Kabupaten Bandung Barat
Tim peneliti BIGS, Senin (17/05) lalu melakukan hearing dengan jajaran Tim Manajemen Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bandung Barat. Dalam hearing ini, tim peneliti –Alwin Khafidhoh, Markus Christian, Isye Susana Nurhasanah, dan Yulita R. Rangkuti– menyampaikan hasil penelitiannya mengenai “Perbandingan Efisiensi Pengelolaan Dana BOS di Perkotaan dan Pedesaan”.
Penelitian dilakukan pada Desember 2009 dengan studi kasus di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, bertujuan melihat pengaruh karakteristik sekolah perkotaan dan pedesaan terhadap efisiensi dana BOS, yang bersumber dari APBN, dengan memperhatikan perbedaan pada manajemen sekolah dan pola pencairan dana.
Tim peneliti menyimpulkan model alokasi BOS yang bertujuan meningkatkan pemerataan kesempatan terhadap pendidikan, justru memperlebar kesenjangan sosial, di mana siswa miskin akan bersekolah di sekolah gratis, sedangkan siswa yang lebih mampu/kaya akan memilih sekolah berstandar nasional atau bertaraf internasional, bahkan sekolah swasta yang lebih bagus.
BIGS juga menemukan gaji guru non PNS di sekolah negeri menghabiskan rata-rata 15-20 persen APBS, sedangkan di sekolah swasta, persentasenya mencapai 20-30 persen.
Efektivitas pengelolaan BOS di sekolah-sekolah sangat dipengaruhi kapasitas Tim Manajemen BOS. Keterlibatan Komite Sekolah masih terbatas memberikan pertimbangan dan belum ikut serta dalam pengambilan keputusan. Sementara dalam hal pencairan dana, keterlambatan disebabkan panjangnya rantai pendataan dan sulitnya membuat laporan keuangan.
Dengan hasil penelitian ini, BIGS merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat agar mengalokasikan anggaran untuk melatih Tim Manajemen BOS. BIGS juga berharap pemerintah kabupaten mengoptimalkan teknologi internet untuk mengatasi kendala jarak dalam pendataan, dengan dikoordinasikan oleh UPTD, serta mengalokasikan gaji guru non PNS dalam APBD untuk mengurangi beban sekolah.
Ketua Tim Manajemen BOS Disdikpora Kabupaten Bandung Barat, Tatang Bachtiar, yang didampingi tiga stafnya dalam tim –A. Djuhaeri, Asep Sutisna, dan Asep Setia Permana–mengakui apa yang menjadi temuan-temuan BIGS mereka alami sendiri di lapangan. Tatang juga mengiyakan lemahnya kapasitas tim manajemen BOS. Capacity building bagi mereka, menurutnya penting dan perlu dilakukan.
Namun Tatang pesimistis, pembiayaan pelatihan bagi tim manajemen BOS, juga alokasi penggajian guru non PNS, bisa dikucurkan lewat APBD Kabupaten Bandung Barat. Ini disebabkan kecenderungan share dari PAD Kab. Bandung Barat untuk program-program pendidikan selama ini masih menjadi yang terkecil dibandingkan dengan program-program bidang lain. Tatang mengakui, lobi mereka di pemerintah setempat belum cukup kuat. (*)



