Program

Diseminasi Riset BOS MTs Swasta di Rakor Kemenag Prov. Jawa Barat

Penelitian yang dilakukan lembaga nonpemerintah terhadap kinerja dan kualitas pelayanan pendidikan jangan hanya berhenti sebatas riset, melainkan dapat pula memberikan jalan keluar bagi problema dunia pendidikan.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Dah Saepullah, M.M. Pd., saat mengantar tim riset BIGS memaparkan hasil penelitian “Akuntabilitas, Efektivitas, dan Efisiensi Dana BOS Madrasah Tsanawiyah Swasta” di hadapan 26 perwakilan kota dan kabupaten peserta Rapat Koordinasi BOS Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di Hotel Endah Parahyangan, Cimahi, Senin (29/4/13).

Rakor-BOS-MtsPemaparan ini mendapat respon yang luar biasa dari para peserta, baik berupa sanggahan, komentar, maupun usulan. Diantaranya dari Kepala Seksi Mapenda Islam Kemenag Kabupaten Ciamis, Drs. Moh. Aif Maftuh. Menurutnya, rekomendasi-rekomendasi penelitian BIGS diharapkan bisa mendorong terjadinya kebijakan yang komprehensif dan holistik, dalam arti melibatkan semua stakeholder, yaitu Kemenag Pusat, Provinsi, dan Kota/Kabupaten, serta Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota/Kabupaten.

Setiap kebijakan, lanjutnya, seharusnya memperhatikan dua hal krusial, yakni upaya mencapai Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan upaya untuk meningkatkan Indeks Pendidikan, yang diakuinya, Jawa Barat masih lemah.

“Pada 2005, BOS dikonsentrasikan untuk aksesibilitas, sementara sejak 2008 diorientasikan untuk peningkatan mutu. Konsekuensinya harus ada SPM, harus ada rekomendasi ke pemerintah daerah. Hingga saat ini pun baru sedikit pemerintah daerah yang memenuhi SPM.”

Sementara Kasie Mapenda Kabupaten Bandung, Cece Hidayat, mengatakan banyak kebijakan yang dikeluarkan, tetapi berakibat agregat, bukan sinergis, karena saling tumpang tindih atau malah saling bertubrukan. Ia mencontohkan bagaimana kebijakan BOS melarang pungutan terhadap siswa bertentangan dengan UU Pendidikan Nasional yang menyebut orang tua/wali sebagai salah satu kontributor dalam pembiayaan pendidikan. (*)

This post is currently only available in Bahasa Indonesia (Indonesian)

This post is also available in: English