25 Peserta Aksi Tolak UU TNI di Surabaya Dibebaskan Polisi

Berita, Nasional9 Dilihat
banner 468x60
banner 468x60




Surabaya, CNN Indonesia

Sebanyak 25 orang peserta aksi yang ditangkap polisi saat demonstrasi menolak UU TNI di Gedung Negara Grahadi telah dibebaskan, Selasa (25/3) dini hari.

“Dini hari tadi 03.39 WIB, sebanyak 25 kawan-kawan peserta massa aksi korban penangkapan telah dibebaskan,” kata pengacara publik LBH Surabaya Jauhar Kurniawan.

Jauhar menjelaskan LBH Surabaya bekerja sama dengan KontraS dan tim pendamping hukum. Adapun 25 orang tersebut sebelumnya masuk dalam data pengaduan penangkapan yang ada di Polrestabes Surabaya.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tim pendamping hukum, KontraS Surabaya dan LBH Surabaya berkolaborasi dalam upaya membebaskan kawan-kawan yang telah ditangkap,” ucapnya.





Setelah ini, kata Jauhar tim pendampingan hukum akan menghubungi kembali para pelapor mengenai nama-nama peserta aksi yang dilaporkan tapi tidak ada di Polestabes Surabaya.

Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi Nainggolan mengatakan 25 orang itu sudah dipulangkan pagi tadi.

“Sudah dipulangkan tadi pagi, sebelum kita lakukan penyelidikan, enggak ada (yang ditahan) sudah kembali pulang semua,” katanya.

Sebelumnya, sekitar 25 orang peserta aksi tolak UU TNI di Gedung Negara Grahadi Surabaya ditangkap aparat. Mereka juga jadi korban kekerasan.

Aparat berpakaian kaus dan berseragam polisi terlihat menangkapi peserta aksi dengan cara memiting hingga menggotong beramai-ramai. Mereka juga memukul dan menendang.

Hal itu terjadi di sekitar Taman Apsari Jalan Gubernur Suryo, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Pahlawan. Massa kemudian digelandang ke selasar timur dalam Gedung Grahadi.

READ  Megawati 'Megatron' Masuk Best 7 Liga Voli Korea, Jadi MVP

Massa yang ditangkap terlihat dikumpulkan di sebuah ruangan serupa teras. Seorang petugas kepolisian sedang mendata. Sementara yang lain berjaga di depan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengakui soal penangkapan itu. Dia mengatakan polisi mendata mereka.

(frd/tsa)


[Gambas:Video CNN]





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *