Mengenal Skandal 1MDB Malaysia, Salah Satu Korupsi Terbesar di Dunia

banner 468x60
banner 468x60

Housekeeping.my.id –

Jakarta, CNN Indonesia

Skandal lembaga investasi dana pemerintah Malaysia, 1Malaysia Development Berhad (1MDB) belakangan Kembali menjadi sorotan.

1MDB dianggap serupa dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), lembaga yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (24/2).

Danantara merupakan lembaga pengelola investasi dengan modal dari hasil pengelolaan sumber daya alam hingga aset-aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Malaysia telah lebih dulu mendirikan 1MDB pada 2009. Saat itu, pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak membentuk 1MDB dengan tujuan mendorong pembangunan ekonomi Malaysia melalui investasi strategis di berbagai sektor, termasuk energi, property, dan infrastruktur.





Najib sendiri yang memimpin dan mengawasi ketat operasional 1MDB.

Di awal pembentukannya hingga 2013, 1MDB berhasil mengumpulkan dana miliaran dolar melalui surat hutang yang digunakan untuk proyek investasi dan pendirian perusahaan patungan.

Namun, visi misi yang tinggi itu tampaknya pupus lebih cepat setelah pada 2015, 1MDB menjadi pusaran skandal mega-korupsi yang pada akhirnya menyeret PM Najib ke penjara. 1MDB menjadi pusat salah satu skandal keuangan terbesar di dunia, dengan dugaan penyalahgunaan dana lebih dari $4,5 miliar (Rp70 triliun) oleh pejabat tinggi, termasuk Najib Razak sendiri.

Dikutip dari laman organisasi non-pemerintah Transparency.org, skandal korupsi 1MDB ini menjadi salah satu kasus keuangan terbesar di dunia bersanding dengan skandal Odebrecht yang melibatkan perusahaan konstruksi Odebrecht yang menyuap belasan pejabat negara hingga US$5 miliar demi menang tender.

Ada pula kasus korupsi Zhenhua yang melibatkan perusahaan pelat merah China yang terlibat pencucian uang dan korupsi besar-besaran hingg US$30 miliar sekitar tahun 1990-an.

Awal mula korupsi terungkap

Skandal korupsi 1MDB pertama terungkap sejak harian Wall Street Journal (WSJ) pada edisi Agustus 2015 memuat artikel yang berisi dugaan korupsi yang melibatkan Najib.

READ  Nilmaizar Yakin PSMS Sikat Sriwijaya FC dalam Playoff Degradasi Liga 2

Dalam artikel itu, WSJ menduga dana 1MDB berjumlah sekitar US$700 juta berpindah ke rekening pribadi Najib.

Laporan WSJ bahkan didukung Kementerian Kehakiman Amerika Serikat yang turut menyelidiki kasus ini.

Kementerian Kehakiman AS saat itu mengatakan dana sebesar US$4,5 miliar dialirkan ke sejumlah rekening di negara-negara surga pajak dan perusahaan cangkang. Langkah ini dilakukan dengan bantuan dari pejabat tinggi 1MDB, rekan dan para bankir.

Kebanyakan dari rekening dan perusahaan tersebut terkait dengan pakar keuangan Malaysia, Low Taek Jho atau Jho Low, yang membantu mendirikan 1MDB serta rekan-rekannya.

Sejak Juli 2016, Kementerian Kehakiman AS mengajukan langkah hukum perdata untuk menyita aset yang terkait dengan 1MDB bernilai US$1,7 miliar.

Berlanjut ke halaman berikutnya >>>



Artikel ini Disadur Dari Berita : https://cnnindonesia.com/internasional/20250226082928-106-1202503/mengenal-skandal-1mdb-malaysia-salah-satu-korupsi-terbesar-di-dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *