Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus adik Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, merespons gelombang demonstrasi mahasiswa bertajuk “Indonesia Gelap” di sejumlah daerah.
Hashim menyebut salah satu yang dikritik massa aksi adalah soal pemangkasan anggaran dalam rangka efisiensi. Menurutnya, para mahasiswa berdemo karena tidak memahami konsep efiesinsi anggaran yang dilakukan pemerintah.
“Penghematan, pemangkasan ini dan itu yang menimbulkan banyak salah pengertian, sehingga ada sebagian mahasiswa turun ke jalan, teriak-teriak ‘Indonesia Gelap’ tetapi sebetulnya tidak mengerti dan mungkin belum diberikan penjelasan,” katanya dalam acara CNBC Economi Outlook 2025, Rabu (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hashim mengatakan pemerintah bukan mengurangi anggaran, tetapi merealokasi dari program-program yang tidak perlu ke program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut MBG akan mampu mengerek pertumbuhan ekonomi hingga 1,95 persen.
“Itu hanya dari makanan bergizi gratis. Kenapa? Karena uang ini akan masuk ke real economy. Real economy berarti apa? Nanti diperlukan 82 juta butir telur tiap hari, perlu sayur-sayuran, perlu daging ayam, perlu susu, perlu banyak hal untuk menjadi menu dari makanan gratis ini,” katanya.
“Dan ini banyak akan nanti disupply, dipasok oleh emak-emak di desa-desa. Tujuan Pak Prabowo adalah ratusan triliun rupiah itu akan nanti dibelanjakan di pedesaan,” sambungnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan pihak yang menganggap kondisi Indonesia akan gelap di masa depan. Sebab, ia percaya Indonesia akan menjadi negara yang makmur.
“Indonesia akan berhasil jadi negara makmur. Dan yang akan nikmati adalah kalian saudara-saudara yang muda-muda,” kata Prabowo di acara penutupan Kongres Demokrat di Jakarta, Selasa (25/2).
“Yang melihat Indonesia gelap itu siapa?” tambah pria yang juga Ketua Umum Partai Gerindra ini.
(pta/fby)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://cnnindonesia.com/ekonomi/20250226120744-532-1202607/hashim-soal-mahasiswa-demo-indonesia-gelap-banyak-salah-pengertian