Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Angka kelahiran di Korea Selatan naik untuk pertama kalinya dalam 10 tahun.
Data badan statistik Korea Selatan menunjukkan jumlah bayi yang lahir per 1.000 perempuan di tahun 2024 sebesar 4,7.
Tingkat kesuburan atau jumlah rata-rata bayi yang diharapkan dimiliki seorang perempuan dalam hidupnya juga tercatat naik jadi 0,75 dari sebelumnya 0,72 di 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jumlah kelahiran pada 2024 adalah 238.300, meningkat 8.300 (3,6 persen) dari tahun sebelumnya,” demikian bunyi laporan tersebut, seperti dikutip AFP.
Kenaikan angka kelahiran ini terjadi di saat Korea Selatan menghadapi krisis demografi selama 10 tahun terakhir. Angka kelahiran di Korsel belakangan ini sangat rendah, hingga menyentuh 0,72.
Tingkat kesuburan normal sendiri semestinya sebesar 2,1.
Petugas statistik Korsel, Park Hyun Jeong, mengatakan kenaikan pada tingkat kelahiran di Negeri Ginseng kemungkinan karena meningkatnya pernikahan sejak Covid-19.
“Populasi telah mengalami peningkatan yang signifikan pada jumlah orang yang berusia awal 30-an,” kata Park.
Usia rata-rata ibu saat melahirkan pada 2024 di Korsel adalah 33,7.
Pemerintah Korsel telah menggelontorkan miliaran dolar untuk mendorong tingkat kelahiran di negara itu.
Pemerintah menawarkan subsidi tunai, layanan mengasuh anak, hingga dukungan untuk perawatan infertilitas.
Menurut para ahli, penyebab tingkat kelahiran anjlok di Korsel sendiri di antaranya karena biaya merawat anak yang mahal, tingginya harga properti, hingga masyarakat yang kompetitif yang menyebabkan warga kesulitan mendapat pekerjaan bergaji tinggi.
Dampak dari penurunan populasi ini, sebanyak 49 sekolah dasar hingga sekolah menengah atas tahun ini ditutup karena kekurangan siswa.
Sebanyak 43 sekolah atau 88 persen berada di provinsi di luar ibu kota Seoul.
(blq/dna)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://cnnindonesia.com/internasional/20250226131937-113-1202650/angka-kelahiran-korsel-naik-pertama-kalinya-dalam-10-tahun