Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Chief Corporate Affairs XL Axiata Marwan O. Baasir menyatakan pengunduran dirinya di tengah proses merger perusahaan dengan Smartfren. Marwan mengaku bahwa Jumat (28/2) bakal menjadi hari terakhirnya bekerja di XL Axiata.
Marwan membantah pengunduran dirinya terkait dengan proses merger yang tengah berlangsung. Ia menyebut pengunduran diri ini dilakukan dengan alasan pribadi.
“Enggak [bukan karena merger], personal reason kok. Kalau personal reason itu by undang-undang privacy, enggak boleh saya sampaikan. Dilindungi saya,” ujar Marwan di Kantor XL Axiata, Kamis (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pengunduran dirinya yang dilakukan di tengah merger, Marwan mengaku proses pengunduran diri telah berlangsung selama beberapa pekan. Ia juga telah meminta izin kepada pihak manajemen terkait pengunduran diri ini.
Selain menjabat sebagai Chief Corporate Affairs XL Axiata, Marwan juga merupakan Sekretaris Jenderal di Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI). Marwan mengatakan belum mengetahui apakah dirinya masih akan berada di asosiasi tersebut.
Pasalnya, aturan organisasi mengharuskan anggotanya terdaftar aktif sebagai pengurus atau karyawan di level tertentu.
Sebelumnya, sejumlah jajaran direksi XL Axiata telah lebih dulu mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.
Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini menjadi yang pertama mundur, sebelum merger XL dan Smartfren dilakukan. Dian mengaku mundur karena alasan pribadi.
Lalu pada Desember, jajaran direksi lain, Abhijit Navakelar turut pamit dari XL Axiata.
Kemudian pada awal Januari, dua direksi lain, Rico Usthavia Frans dan I Gede Darmayusa, turut mundur dari XL Axiata. Seperti Dian, keduanya mengaku mundur karena alasan pribadi.
Pada Desember 2024, para pemegang saham XL Axiata dan Smartfren sepakat untuk menggabungkan anak usaha mereka yang kelak menjadi entitas baru bernama XLSmart.
Kesepakatan tersebut terjadi usai menandatangani perjanjian definitif untuk usulan penggabungan dengan nilai perusahaan pra-sinergi gabungan sebesar Rp 104 triliun atau US$6,5 miliar.
Saat ini proses merger tengah menunggu ‘restu’ dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Saat ini Komdigi tengah mengkaji merger XL Axiata dan Smartfren. Hasil sementara menunjukkan sejumlah gambaran dan data-data terkait komitmen pembangunan entitas hasil merger.
Putusan kajian ini diperkirakan akan rampung pada Maret mendatang.
(lom/dmi)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://cnnindonesia.com/teknologi/20250227182036-213-1203233/petinggi-xl-axiata-mundur-klaim-bukan-karena-merger-dengan-smartfren