Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak bicara banyak soal PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex yang tutup total mulai 1 Maret 2025.
Airlangga juga tak berkomentar jelas soal pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang menimpa 8.400 karyawan Sritex. Ia hanya menekankan pemerintah telah mendelegasikan tugas kepada Menteri Ketenagakerjaan Yassierli.
“Nanti kita (pemerintah) tanya pada tim kurator,” kata Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tim kurator nanti dicek oleh Pak Menaker (Yassierli),” tegasnya.
Di lain sisi, ia menegaskan Kemenko Perekonomian tak berencana mengumumkan insentif baru. Airlangga menekankan sejumlah bantalan ekonomi itu masih sama, seperti terakhir kali diumumkan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada 17 Februari 2025.
Stimulus yang disiapkan Prabowo jelang puasa dan lebaran meliputi diskon harga tiket pesawat, diskon tarif tol, program diskon belanja. Kemudian, program pariwisata mudik lebaran serta stabilitas harga pangan.
Menko Airlangga lalu mengumpulkan sejumlah menteri teknis terkait di kantornya pada Kamis (27/2). Ia menekankan nantinya aturan turunan mengenai tindak lanjut insentif tersebut bakal diumumkan masing-masing kementerian/lembaga (K/L) yang berwenang.
Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono Moegiarso juga menyinggung pertemuan kemarin. Pejabat yang hadir, antara lain Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, sampai Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.
Susi pun irit bicara terkait PHK massal yang menimpa Sritex. Ia hanya menegaskan penjelasan akan diberikan oleh masing-masing menteri teknis terkait.
“Kan kemarin semua menteri (di bawah koordinasi Airlangga) sudah dikumpulkan pak menko. Program-program untuk mendorong kuartal I kan sudah dijelaskan pak menko, sudah lengkap sekali. Mulai diskon tiket, diskon tarif tol, THR. Karena kemarin menteri-menterinya sudah menjelaskan sendiri-sendiri,” tuturnya.
“Sudah diminta pak menko supaya (menteri teknis) menjelaskan sendiri-sendiri. Kan kami ingin kuartal I tetap tumbuh di tengah global-nya kayak gini, kita juga ada beberapa penyesuaian kebijakan, nah kita tetap pengin dorong,” imbuh Susi.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo mengumumkan bahwa Sritex akan tutup total mulai besok. Ada sekitar 8.400 karyawan pabrik tekstil dan garmen itu yang terkena PHK.
Kepala Disperinaker Sukoharjo Sumarno mengatakan urusan gaji dan pesangon para karyawan diambil alih kurator. Sedangkan jaminan hari tua karyawan menjadi kewenangan BPJS Ketenagakerjaan.
Terpisah, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sritex Widada membenarkan bahwa sejumlah buruh telah mendapatkan surat PHK. Surat dari kurator itu dibagikan melalui manajemen Sritex sebagai tanda PHK dan untuk keperluan pencairan jaminan hari tua.
(agt/skt)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://cnnindonesia.com/ekonomi/20250228132317-92-1203507/airlangga-soal-sritex-tutup-1-maret-kami-tanya-ke-kurator