Anak Buah Dedi Mulyadi Cek SMA/SMK yang Mau Nekat Study Tour

Berita, Nasional1 Dilihat
banner 468x60
banner 468x60




Bandung, CNN Indonesia

Jajaran bawahan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi di Pemprov Jabar tengah melakukan penyisiran atau sweeping sekolah baik SMA maupun SMK yang masih nekat menggelar kegiatan karya wisata atau study tour.

Jika pihak sekolah nekat menggelar study tour, maka kepala sekolahnya bisa dicopot dari jabatannya.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun larangan study tour ini berdasarkan surat edaran (SE) Nomor:64/PK.01/Kesra. SE itu diterbitkan di masa Jawa Barat dipimpin Pj Gubernur Bey Machmuddin.

“Yang tidak sesuai dengan imbauan Pak PJ Gubernur sebagaimana tertuang dalam surat edaran tahun 2024 ya. Nanti kita lihat, kita dalami seperti apa apa, Kronologinya seperti apa. Pelaksanaannya apakah hanya melanggar SE saja atau seperti apa,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, Rabu (26/2).





“Jadi, informasi kami kumpulkan dan kami sedang melakukan cek dan kroscek SMA-SMK negeri yang melakukan study tour ke luar provinsi,” sambungnya.

Selain study tour, Pemprov Jabar juga bakal melakukan pengecekan keuangan.

Pengecekan dimaksudkan untuk mengetahui adanya pelanggaran atau tidak. Pengecekan keuangan itu sudah dilakukan di SMAN 6 Depok. Kepsek SMAN 6 Depok dicopot Dedi karena mengizinkan siswa-siswa di sekolah itu melakukan study tour.

“Nantinya di cek apakah ada pelanggaran terkait pengelolaan keuangannya. Gitu kan? Nah, kalau yang Depok kan kemarin satu melanggar SE, kemudian ada pemberatan juga diduga ada terkait dengan masalah keuangan. Belum lagi menjadi perbincangan publikan,” katanya.

READ  Naturalisasi Disetujui DPR, Gol Ole Romeny Diharapkan Erick Thohir

Untuk saat ini, baru SMAN 6 Depok yang kepala sekolahnya dicopot, buntut dari melanggar surat edaran yang dikeluarkan. Sementara, untuk sekolah lainnya masih dilakukan pendatang dan pemeriksaan dari Inspektorat langsung.

“Menunggu hasil pendalaman dari Inspektorat, BKD, Dinas Pendidikan ya dan SDM pemerintahan. Jadi harus cermat,” kata dia.

(kid/kid/csr)


[Gambas:Video CNN]





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *