Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Penyidik Korea Selatan menangkap Presiden yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol di kediamannya di Seoul pada hari ini, Rabu (15/1).
Tim penyidik gabungan yang dipimpin Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) berhasil menahan Yoon pada pukul 10.33 waktu setempat. Setelah itu, dia dibawa ke kantor CIO untuk interogasi lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yoon dituduh melakukan pemberontakan dan penyalahgunaan wewenang buntut deklarasi darurat militer pada 3 Desember 2024.
Terlepas dari itu, apa yang terjadi usai Yoon ditangkap CIO hari ini?
Yoon akan diinterogasi pukul 11.00 waktu setempat hingga rampung.
“Interogasi mulai pukul 11.00 dalam ruang interogasi yang direkam video,” demikian menurut CIO dalam rilis resmi, dikutip Yonhap.
Menurut para pejabat pemeriksaan itu dilakukan Wakil Kepala CIO Lee Jae Seung dan dihadiri perwakilan hukum Yoon.
CIO disebut akan fokus ke tuduhan pemberontakan terkait darurat militer dari perencanaan hingga pelaksanaan. Mereka telah menyiapkan pertanyaan hingga 200 halaman, demikian dikutip Yonhap.
Inti dari tuduhan tersebut adalah pertanyaan apakah Yoon memerintah militer dan polisi menyeret sejumlah anggota parlemen keluar dari gedung Majelis Nasional saat deklarasi darurat militer.
Jaksa menduga Yoon mengeluarkan perintah mengunci gedung parlemen agar anggota oposisi tak bisa masuk ke sana dan gagal menghentikan darurat militer.
Jaksa juga menuduh Yoon memerintah komandan pertahanan Seoul untuk “menembak jika perlu, memecah kaca jendela dan menyeret keluar.”
Dia juga diduga menyebut nama-nama politisi yang harus ditangkap. Mereka yakni Ketua Majelis Nasional Woo Won-shik, pemimpin oposisi Partai Demokrat Lee Jae Myung, dan pemimpin People Power Party saat itu Han Dong Hoon.
CIO kemungkinan akan bertanya untuk menentukan apakah presiden mengerahkan militer untuk menyita server jaringan utama di Komisi Pemilihan Umum Nasional. Yoon sempat menyebut ada “kecurangan pemilu” dan pengerahan ke KPU sebagai upaya membongkar tuduhan tersebut.
CIO juga memandang Yoon berusaha membentuk badan legislatif luar biasa untuk menggantikan parlemen yang dikuasai oposisi.
Tak cuma itu, CIO diperkirakan akan bertanya bagaimana dekrit darurat militer disusun. Dekrit tersebut melarang kegiatan politik dari parlemen dan partai, klausul yang dianggap pelanggaran Konstitusi.
Kecurigaan mengenai apakah Yoon secara sah melanjutkan pernyataan darurat militer juga kemungkinan akan menjadi fokus utama interogasi.
Berdasarkan Konstitusi, presiden berhak menyatakan keadaan darurat selama masa perang atau keadaan darurat atau krisis nasional yang setara dengan situasi tersebut. Namun, para pengamat berpendapat darurat militer Yoon tidak memenuhi standar ini.
Yoon membutuhkan tinjauan Kabinet dan persetujuan dua pertiga dari anggota Kabinetnya untuk menyatakan darurat militer.
CIO punya waktu 48 jam untuk menginterogasi Yoon sebelum meminta surat penangkapan resmi.
Usai diinvestigasi, Yoon kemungkinan akan ditahan di Pusat Penahanan Seoul di Uiwang, dekat kantor CIO.
(isa/bac)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20250115130628-113-1187424/apa-yang-terjadi-setelah-presiden-korsel-yoon-ditangkap