APBN Dipangkas, Isian Hotel BUMN Diprediksi 79 Persen saat Lebaran

Berita, Ekonomi28 Dilihat
banner 468x60
banner 468x60

Housekeeping.my.id –


Jakarta, CNN Indonesia

PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality memperkirakan okupansi hotel yang dikelola anak usahanya mencapai 79 persen jelang hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Tingkat keterisian ini berdasarkan kamar terpesan untuk libur lebaran nanti.

Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat mengatakan okupansi ini hanya meningkat 1 persen dibandingkan tahun lalu karena ada kebijakan efisiensi pemerintah yang memangkas anggaran untuk dinas luar kota.

“Jadi kalau lihat tren okupansinya nggak signifikan meningkat, tapi kalau kita lihat pergerakannya dari H-4 ke H+4 itu memang peak occupancy itu akan didapatkan pada saat H1 dan H2. Jadi untuk rata-rata occupancy-nya itu kita di sekitar 79 persen,” ujar Christine dalam konferensi pers di Kantor InJourney, Rabu (26/3).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Christine merinci dari semua hotel yang dikelola, tingkat keterisian paling tinggi ada di wilayah Bali yakni 76,1 persen. Misalnya, The Meru Sanur okupansinya di atas 98 persen.



“Tapi memang untuk okupansi kita yang paling tinggi untuk lebaran kali ini The Meru Sanur, itu kita di atas 98 persen on the booknya,” jelasnya.

Kemudian, tingkat okupansi tertinggi kedua ada di wilayah Sumatera yakni di level 71-73 persen. Lalu disusul oleh Kalimantan dan Sulawesi.

“Jadi overall itu memang rata-rata okupansinya di 79 persen. Jadi itu cukup membaik walaupun memang group-nya peningkatan dari lebaran tahun sebelumnya itu hanya 1 persen untuk okupansi,” imbuhnya.

READ  Deepseek Tiba-tiba Gemparkan AS dan Wall Street, Siapa Dia?

Menurutnya, InJourney Hospitality menempuh berbagai strategi untuk menghalau dampak efisiensi lebih besar ke sektor perhotelan yang dikelolanya. Misalnya, meningkatkan daya tarik hotelnya sehingga masyarakat memilih berlibur di dalam negeri hingga memberikan diskon.

“Kita mendorong masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri, dan selain meningkatkan lag of stay daripada masyarakat, tentunya kami juga berharap, dengan adanya peningkatan trafik dari wisatawan domestik ini, juga akan meningkatkan spending berbelanja di dalam negeri,” katanya.

Pihaknya juga bekerja sama dengan agen perjalanan untuk memberikan diskon berupa promo bundling pemesanan tiket hotel hingga menggandeng pemerintah daerah agar melakukan event menarik.

“Karena kan memang selama ini kebanyakan dari BUMN-BUMN atau datang juga dari kementerian. Nah sekarang tidak bisa tinggal diam justru harus lebih giat lagi nih InJourney Hospitality untuk bisa merambah industri-industri swasta. Kita harus lebih banyak juga berkolaborasi dengan private sector contohnya, jadi tidak bisa lagi hanya bergantung kepada teman-teman di BUMN lain atau di pemerintahan,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/agt)


Artikel ini Disadur Dari Berita : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250224102221-92-1201704/apbn-dipangkas-isian-hotel-bumn-diprediksi-79-persen-saat-lebaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *