Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Sejumlah media asing mewartakan aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia yang menolak pengesahan revisi undang-undang Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Media Malaysia, Bernama, dalam artikel berjudul “Indonesia Passes Military Law Revisions Amid Protest” menyebut pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kompleks parlemen Jakarta menjelang pengesahan revisi UU itu oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Menjelang pemungutan suara, lebih dari 5.000 aparat dikerahkan di Jakarta ketika para pengunjuk rasa berkumpul di dekat kompleks parlemen,” tulis Bernama.
Bernama menggarisbawahi langkah DPR yang tetap mengesahkan revisi UU meskipun masyarakat tak setuju.
“Parlemen Indonesia mengesahkan revisi UU TNI yang kontroversial meskipun diprotes oleh mahasiswa dan kelompok sipil,” tulis Bernama.
Media Australia, ABC Net, juga mengabarkan demonstrasi mahasiswa ini dalam artikel berjudul “Legislative amendments spark fears of a return to military supremacy in Indonesia as hundreds of protesters descend on parliament”.
ABC Net menuliskan para pengunjuk rasa bentrok dengan aparat di luar kompleks parlemen usai revisi UU TNI disahkan. Protes ini sendiri pecah karena masyarakat menilai revisi UU TNI cuma akan membawa kembali era Orde Baru di zaman Presiden Soeharto.
“Ratusan mahasiswa berdemo di luar kompleks parlemen di Jakarta, dengan puluhan orang membakar ban dan beberapa lainnya berupaya menerobos gerbang, menurut siaran televisi. Para aktivis juga membawa spanduk bertuliskan ‘Kembalinya Orde Baru’ dan ‘Kembalikan militer ke barak’,” tulis ABC Net.
Media Arab Saudi, Arab News, juga melaporkan aksi ini dalam artikel bertajuk “Indonesian students lead nationwide protests against controversial military law”.
Arab News menekankan protes ratusan mahasiswa ini karena revisi UU TNI dinilai mengancam demokrasi.
“Ratusan pedemo berkumpul di sejumlah kantor pemerintah di berbagai kota Jakarta, termasuk Batam, Kupang, Lampung, Sukabumi, serta kota terbesar kedua Indonesia, Surabaya. Sekelompok kecil demonstran juga muncul di depan gedung DPR di Jakarta,” tulis Arab News.
“Sebagian besar pedemo mengenakan baju hitam. Para pedemo membentangkan spanduk bertuliskan ‘Kembalikan militer ke barak’ dan ‘Hati-hati! Orde Baru ada di depan mata kita’,” lanjut Arab News.
Media Inggris, BBC, turut memberitakan unjuk rasa ini dalam artikel berjudul “Anger as Indonesia law allows military bigger role in government”.
BBC menyoroti aksi ratusan aktivis pro-demokrasi berkemah di luar kompleks parlemen sejak Rabu untuk memprotes revisi UU yang mengembalikan dwifungsi militer, hal yang ditentang keras masyarakat Indonesia pada tahun 1998 silam.
“Pada Kamis malam, kerumunan pengunjuk rasa di luar gedung parlemen bertambah hingga hampir seribu orang. ‘Kembalikan militer ke barak!’ ‘Lawan militerisme dan oligarki’, demikian bunyi spanduk yang mereka bawa,” tulis BBC.
(blq/bac)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20250325142253-106-1212855/media-asing-soroti-demo-tolak-pengesahan-ruu-tni