Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Seorang menteri di Inggris mengundurkan diri karena pemotongan bantuan luar negeri.
Dilansir AFP, Menteri Pembangunan Internasional Inggris Anneliese Dodds mengatakan padai Jumat bahwa dia mengundurkan diri dari pemerintahan karena pemotongan bantuan luar negeri yang diperintahkan oleh Perdana Menteri Keir Starmer untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan.
“Pada akhirnya pemotongan ini akan menghilangkan makanan dan perawatan kesehatan dari orang-orang yang putus asa,” ujar Dodds dalam sebuah surat kepada Starmer yang diunggah di X.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Starmer pada Selasa berjanji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan Inggris menjadi 2,5 persen dari PDB pada 2027, tetapi memerintahkan anggaran pembangunan luar negeri untuk dipotong dari 0,5 persen menjadi 0,3 persen dari pendapatan nasional bruto untuk membayarnya.
Dodds mengatakan meskipun dia yakin pengeluaran pertahanan perlu ditingkatkan karena “tatanan global pascaperang telah runtuh”, dia berharap untuk diskusi kolektif tentang mencari pendanaan.
“Sebaliknya, keputusan taktis diambil agar ODA menyerap seluruh beban,” katanya, mengacu pada bantuan pembangunan luar negeri.
Starmer mengakui dalam balasan suratnya bahwa pemotongan dana bantuan adalah “keputusan yang sulit dan menyakitkan”. “Namun, melindungi keamanan nasional kita harus selalu menjadi tugas utama pemerintah mana pun,” imbuhnya.
Dodds menyuarakan kekhawatiran bahwa rencana untuk membantu rakyat Gaza, Ukraina, dan Sudan, serta mendukung perubahan iklim dan program vaksinasi kini akan terabaikan.
“Tidak mungkin mempertahankan prioritas ini mengingat besarnya pemotongan,” Dodds memperingatkan.
Ia juga mengatakan hal itu “kemungkinan besar akan menyebabkan Inggris menarik diri dari banyak negara Afrika, Karibia, dan Balkan Barat”.
Starmer berusaha meredakan kekhawatirannya dengan menambahkan bahwa pemerintahnya akan “terus melindungi program-program penting, termasuk di zona konflik terburuk di dunia”.
Dodds adalah menteri keempat yang meninggalkan kabinet Starmer sejak partai Buruhnya menang dalam pemilihan tahun lalu, mengakhiri 14 tahun kekuasaan Konservatif.
Awal bulan ini, pemimpin Inggris memecat menteri kesehatan junior, Andrew Gwynne, karena membuat pernyataan anti-Semit, rasis, dan seksis dalam obrolan WhatsApp.
Pada Januari, menteri antikorupsi Tulip Siddiq mengundurkan diri setelah namanya disebut dalam penyelidikan di Bangladesh terkait tuduhan korupsi.
Kemudian, pada November, Louise Haigh mengundurkan diri sebagai menteri transportasi setelah terungkap bahwa ia mengaku bersalah atas tindak pidana sebelum menjadi anggota parlemen.
(sfr/afp)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://www.cnnindonesia.com/internasional/20250301002007-134-1203712/menteri-di-inggris-mundur-imbas-bantuan-luar-negeri-dipotong