Pakar Asing Ragukan Ambisi Indonesia Punya Kapal Induk

banner 468x60
banner 468x60

Housekeeping.my.id –

Jakarta, CNN Indonesia

Indonesia tengah mengkaji kebutuhan kapal induk guna memperkuat postur Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut.

Hal itu diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di sela-sela Rapim TNI Angkatan Laut di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (6/2).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kapal induk masih dalam pengkajian, tapi kelihatannya kita memerlukan kapal induk untuk kepentingan OMSP terutama ya,” kata Ali.

Ambisi ini kemudian diragukan oleh sejumlah pengamat asing.





Menurut pengamat, keinginan Indonesia memiliki kapal induk kemungkinan tak akan berhasil karena “kenyataan pahit” seperti kurangnya biaya dan urgensi.

Abdul Rahman Yaacob, pengamat militer dari Lowy Institute, mengatakan gagasan untuk mendapatkan kapal induk, terlebih untuk operasi non-tempur, “tidak masuk akal secara strategis dan operasional.”

Bisa bikin waswas China

Abdul Rahman berujar jika Indonesia memiliki kapal induk dan menggunakannya untuk memperluas kekuatan di seluruh maritim RI, hal ini akan membuat was-was China.

“Ini mungkin menimbulkan kekhawatiran bagi China, dan juga negara-negara Asia Tenggara lainnya,” katanya, seperti dikutip South China Morning Post (SCMP).

Angkatan Laut China selama ini membayangi wilayah perairan di sekitar Indonesia. China memiliki dua kapal induk aktif di kawasan, yakni Liaoning dan Shandong, serta kapal induk ketiga yang saat ini sedang menjalani uji coba.

Kapal-kapal induk ini bisa dengan mudah “menyapu” kapal induk RI apabila pecah konflik.

China memiliki strategi anti-akses atau strategi penolakan area yang menggunakan taktik militer canggih guna mencegah musuh memasuki atau beroperasi di wilayah tertentu.

READ  Inovasi TV Terbaik untuk Hiburan Berkualitas

“Bahkan Angkatan Laut AS, yang jauh lebih berpengalaman dalam mengoperasikan kapal induk, khawatir bahwa armada kapal induknya bisa berada di bawah ancaman China,” kata Abdul Rahmad.

Dari segi biaya, Abdul juga menilai bahwa Indonesia tak cukup mampu membayar tingginya biaya kapal induk.

“Ini adalah platform yang mahal,” kata Abdul Rahman kepada This Week in Asia.

Kapal induk modern seperti kelas Gerald R. Ford milik Angkatan Laut Amerika Serikat menelan biaya $13 miliar (sekitar Rp212 triliun).

Anggaran pertahanan Indonesia, sementara itu, hanya berjumlah Rp20 triliun (sekitar $1,22 miliar) rupiah untuk Angkatan Laut pada 2025. Ini artinya kurang dari 15 persen dari keseluruhan anggaran pertahanan.

Bersambung ke halaman berikutnya…



Artikel ini Disadur Dari Berita : https://cnnindonesia.com/internasional/20250225165345-106-1202347/pakar-asing-ragukan-ambisi-indonesia-punya-kapal-induk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *