Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Pemerintah bakal menggelar Sidang Isbat (penetapan) awal Ramadhan 1446 Hijriah/2025 hari ini, Jumat (28/2) untuk menentukan awal bulan puasa bagi umat Islam di Indonesia. Simak prediksinya
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung,” kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad di Jakarta, Senin (24/2).
Abu Rokmad menjelaskan Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan akan memimpin Sidang Isbat yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG menjadi salah satu yang akan melakukan pengamatan hilal. BMKG melaksanakan rukyat (observasi) hilal di sebanyak 37 lokasi di Indonesia.
Untuk penentuan awal bulan Ramadan 1446 H, BMKG menyampaikan informasi data-data Hilal saat Matahari terbenam, yang dapat digunakan juga dalam pelaksanaan Rukyat (observasi) Hilal.
Data-data tersebut meliputi waktu konjungsi (ijtima’) dan waktu terbenam Matahari, peta ketinggian hilal, peta elongasi, peta umur Bulan, peta lag, peta fraksi iluminasi Bulan, objek astronomis lainnya yang berpotensi mengacaukan rukyat hilal, data hilal saat Matahari terbenam untuk kota-kota di Indonesia.
Sebelumnya, BMKG memperkirakan ketinggian hilal di Indonesia pada 28 Februari berkisar antara 3,02 derajat di Merauke hingga 4,69 derajat di Sabang.
Elongasi hilal juga bervariasi, mulai dari 4,78 derajat di Waris, Papua, hingga 6,4 derajat di Banda Aceh. Selain itu, umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam berkisar 8,16 hingga 11,11 jam.
BMKG juga mengingatkan objek astronomis lain yang bisa mengganggu pengamatan hilal, seperti planet Venus, Merkurius, atau bintang terang seperti Sirius.
“Pada 28 Februari 2025, sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam, terdapat Saturnus dan Merkurius yang berjarak kurang dari 10 derajat dari Bulan,” kata BMKG dalam keterangannya.
Selain BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga mengeluarkan prediksi hilal. BRIN bahkan sudah mengeluarkan tanggal dan memperkirakan awal Ramadhan jatuh pada 2 Maret 2025.
Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaludin, memperkirakan pada ketinggian hilal penentu awal Ramadhan belum memenuhi kriteria pemerintah pada 28 Februari.
Thomas menjelaskan, posisi Bulan saat magrib pada 28 Februari 2025 di Banda Aceh berada di ketinggian 4,5 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Sementara di Surabaya, ketinggian Bulan 3,7 derajat dan elongasi 5,8 derajat.
Menurutnya, posisi ini sedikit melebihi kriteria kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura alias MABIMS, yang mensyaratkan ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat untuk menentukan awal bulan Hijriah.
“Posisi Bulan masih cukup rendah dan dekat dengan Matahari, sehingga sulit diamati,” tutur Thomas dalam video di kanal YouTube miliknya, dikutip Senin (24/2).
Meski demikian, Thomas mengatakan agar semua pihak menunggu keputusan hasil Sidang Isbat yang akan digelar pemerintah.
(lom/dmi)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://cnnindonesia.com/teknologi/20250227144745-199-1203134/sidang-isbat-digelar-hari-ini-cek-prediksi-hilal-dari-bmkg-dan-brin