Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Tiim ilmuwan asal Afrika Selatan terisolasi selama berbulan-bulan di sebuah pangkalan di Antartika. Hal ini membuat salah satu ilmuwannya menjadi gila dan menyerang rekan-rekannya.
Hal tersebut terjadi di Sanae IV, pangkalan riset milik Afsel di Antartika. Dalam pangkalan tersebut terdapat sembilan ilmuwan yang telah hidup di sana selama berbulan-bulan.
Menteri Lingkungan Hidup Afsel Dion George, yang departemennya mengelola program Antartika, mengkonfirmasi bawa saat ini ada psikolog dan ahli lainnya yang melakukan komunikasi langsung dengan tim peneliti di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stasiun penelitian Sanae IV berada di lokasi terpencil di dekat tepi teping dan dikelola oleh para peneliti sepanjang tahun. Tim yang bertugas di musim dingin saat ini baru akan dibebastugaskan pada bulan Desember, setelah badai es musim dingin di belahan bumi selatan berlalu.
Insiden ini terungkap akhir pekan lalu munculnya email dari seorang peneliti yang menuduh seorang kolega prianya melakukan penyerangan fisik dan ancaman pembunuhan.
Orang yang membuat tuduhan tersebut mengatakan para peneliti takut akan keselamatan diri mereka dan menuntut tindakan cepat.
“Sangat disesalkan, perilaku [dia] telah meningkat ke titik yang sangat mengganggu. Secara khusus, dia menyerang secara fisik [nama disamarkan], yang merupakan pelanggaran berat terhadap keselamatan pribadi dan norma-norma di tempat kerja,” kata surat kabar Sunday Times Afrika Selatan, yang pertama kali melaporkan kejadian tersebut, melansir The Guardian, Jumat (21/3).
“Selain itu, dia mengancam akan membunuh [nama disamarkan], menciptakan lingkungan yang penuh ketakutan dan intimidasi. Saya tetap sangat prihatin dengan keselamatan saya sendiri, terus bertanya-tanya apakah saya akan menjadi korban berikutnya.”
Surat itu mengatakan banyak kekhawatiran telah disampaikan tentang terduga pelaku penyerangan.
George mengatakan tuduhan tersebut terkait perselisihan mengenai tugas yang diinginkan oleh ketua tim untuk dilakukan oleh tim, pekerjaan yang bergantung pada cuaca yang memerlukan perubahan jadwal. Tim yang bertugas di musim dingin biasanya terdiri dari para ilmuwan, insinyur, dan dokter.
Dalam pernyataan lebih lanjut, departemen kehutanan, perikanan, dan lingkungan Afrika Selatan mengatakan bahwa mereka juga sedang menyelidiki klaim pelecehan seksual.
Departemen tersebut menambahkan bahwa tidak satu pun dari insiden yang dituduhkan mengharuskan salah satu dari sembilan anggota tim yang sedang berada di luar negeri itu untuk dibawa kembali ke Cape Town.
Namun begitu, mereka telah mengaktifkan rencana respons untuk melibatkan individu yang terlibat melalui para profesional terlatih untuk menengahi dan memulihkan hubungan di pangkalan.
Menurut departemen, terduga pelaku telah dengan sukarela berpartisipasi dalam evaluasi psikologis lebih lanjut dan menunjukkan penyesalannya, termasuk dengan menulis permintaan maaf resmi kepada korban.
Afrika Selatan pertama kali mendirikan stasiun ilmiah di Antartika pada tahun 1960. Para peneliti di pangkalan tersebut – yang dapat diakses selama bulan-bulan musim panas oleh kapal pasokan dan penelitian kutub pemecah es – melakukan eksperimen termasuk mempelajari gelombang elektromagnetik bumi.
(dmi/dmi)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20250321071146-199-1211364/terisolasi-di-antartika-ilmuwan-jadi-gila-dan-serang-rekannya