Housekeeping.my.id –
Jakarta, CNN Indonesia —
Kebijakan BRI Liga 1 2024/2025 yang mewajibkan setiap klub menurunkan pemain U-22 dalam setiap laga, berdampak positif.
Hingga pekan ke-27, sekurangnya 140 pemain U-22 atau di bawah kelahiran 2003 terdaftar dalam susunan pemain BRI Liga 1. Ini energi positif bagi sepak bola Indonesia.
Total ada 48 pemain muda U-22 yang menjalani debut di BRI Liga 1 musim ini. Dari jumlah itu, pemain PSS Sleman, Zidan Arrosyid, jadi yang termuda: 17 tahun, 10 bulan, 21 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun debut Zidan belum memecahkan rekor Liga 1. Saat ini rekor termuda masih dipegang Arkhan Kaka yang debut dalam usia 15 tahun, 7 bulan, dan dua hari bersama Persis Solo.
Dilansir dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, ada beberapa pemain yang mendapatkan menit main terbilang tinggi di BRI Liga 1.
Husna Al Malik Riwani Saputra dari Persik Kediri, tercatat sebagai kiper muda yang terbanyak mendapat menit main. Di bawah Husna ada Daffa Fasya Sumawijaya, kiper dari Borneo FC.
Untuk posisi bertahan, Kakang Rudianto dari Persib yang paling sering tampil. Selanjutnya ada Achmad Maulana Syarif dari Arema FC dan Kadek Arel Priyatna dari Bali United.
Adapun tiga pemain tengah dengan menit main paling tinggi adalah Arkhan Fikri dari Arema FC, I Made Tito Wiratama dari Bali United, dan Rivaldo Enero Pakpahan dari Borneo FC.
![]() |
Sementara penyerang muda yang paling banyak menit bermainnya adalah Althaf Indie Alrizky (Persis), Muhammad Arham Darmawan (PSM), dan Toni Firmansyah (Persebaya).
Dari nama-nama yang disebutkan di atas, Arkhan Fikri, Toni Firmansyah, dan Kadek Arel terbilang menonjol. Ketiganya sudah langganan dipanggil ke Timnas Indonesia kategori usia.
Nama lain yang performanya menjanjikan di BRI Liga 1 2024/2025 adalah Rahmat Arjuna dari Bali United, Dominikus Dion dari PSS Sleman, dan Gala Pagamo dari Semen Padang.
Rahmat misalnya, sudah 24 kali tampil pada musim ini. Pemain 20 tahun ini juga telah menyumbang lima gol. Itu mengapa pelatih Stefano ‘Teco’ Cugurra percaya padanya.
Mantan pemain Timnas Indonesia Dede Sulaiman menilai pemain muda di BRI Liga 1 cukup menjanjikan. Menurutnya, pemain-pemain ini butuh jam terbang agar ‘berbahaya’.
“Bagi pemain muda, jangan ada kata cepat puas. Usia muda bukan untuk malas-malasan. Regulasi pemain U-22 ini menurut saya bagus di tengah banyaknya pemain asing di liga,” kata Dede.
Jika musim lalu Fajar Faturrahman dari Borneo FC meraih gelar pemain muda terbaik, siapakah yang akan mendapatkan gelar prestisius itu pada musim ini?
Masih tersisa tujuh pertandingan lagi hingga akhir musim, semua pemain muda punya potensi membuat kejutan. Inilah sarana bagi pemain muda menjadi berbahaya di pentas liga.
Catatan: Tulisan ini merupakan bagian dari naskah yang dibuat untuk mengikuti program BRI Fellowship Journalism 2025.
(har)
Artikel ini Disadur Dari Berita : https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20250320135740-142-1211122/yang-muda-dan-berbahaya-di-bri-liga-1-2024-2025